Ayah dengarkanlah .. aku ingin bertemu walau hanya dalam mimpi.
Ayah dengarkanlah … aku ingin bernyanyi walau air mata di pipi….
Detiran pantai putih, Menyinari dalam hati.
Tertatap bagai jatuh bangun di atas api
Sesakkan dalam jiwa ini, aku RUNTUH tuhan
Beri, aku penyelamat hati yang terbiasa dalam jiwa ini
Tersumbat oleh dinginnya kelabu
Sunyi aku teriakkan, duduk dipinggiran
Terbesit wajah seorang laki-laki
Tersenyum, ramah, muda dia…
Menahan sesakkan napas bagai dijerat akar
Menitip pesan yang sangat mendalam bagi keluarganya
“kalau papa sudah gak ada, kamu rajin sholat ya !”, doain papa disana !”
“Mah, jaga anak-anak ya !” , pesan ituu..
Pesan yang runtuh bagi jiwa ini.
Masih terngiang di telinga saya
Masih sesunggukan di raga ini
Raga ini tak mampu menopang
Dia, dia tak pernah bicara
Kecil hingga sebesar ini
Tuhan, aku rapuh .. tak mampu untuk semua ini.
Berjalan letih, terbang dan melihat ke depan.
Lelaki hati mulia, Surga hanya untuku..


